Sabtu, 29 Juni 2019

KEBERAGAMAN GAYA RENANG



Dalam renang untuk rekreasi, orang berenang dengan gaya dada, gaya punggung, gaya bebas dan gaya kupu-kupu. Gaya renang yang dilombakan dalam perlombaan renang adalah gaya kupu-kupu, gaya punggung, gaya dada, dan gaya bebas. Dalam lomba renang nomor gaya bebas, perenang dapat menggunakan berbagai macam gaya renang, kecuali gaya dada, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu. Tidak seperti halnya gaya dada, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu, Federasi Renang Internasional tidak mengatur teknik yang digunakan dalam nomor renang gaya bebas. Walaupun demikian, hampir semua perenang berenang dengan gaya krol, sehingga gaya krol (front crawl) digunakan hampir secara universal oleh perenang dalam nomor renang gaya bebas.
 Gaya Bebas
Gaya bebas adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah tangan secara bergantian digerakkan jauh ke depan dengan gerakan mengayuh, sementara kedua belah kaki secara bergantian dicambukkan naik turun ke atas dan ke bawah. Sewaktu berenang gaya bebas, posisi wajah menghadap ke permukaan air. Pernapasan dilakukan saat lengan digerakkan ke luar dari air, saat tubuh menjadi miring dan kepala berpaling ke samping.
Sewaktu mengambil napas, perenang bisa memilih untuk menoleh ke kiri atau ke kanan. Dibandingkan gaya berenang lainnya, gaya bebas merupakan gaya berenang yang bisa membuat tubuh melaju lebih cepat di air. Gaya bebas merupakan gaya yang tidak terikat dengan teknik-teknik dasar tertentu. Gaya bebas dilakukan dengan beraneka ragam gerakan dalam berenang yang bisa membuat perenang dapat melaju di dalam air. Sehingga gerakan dalam gaya bebas bisa di gunakan oleh beberapa orang, baik yang sudah terlatih maupun para pemula.
Gaya Dada
Gaya dada merupakan gaya berenang paling populer untuk renang rekreasi. Posisi tubuh stabil dan kepala dapat berada di luar air dalam waktu yang lama. Gaya dada atau gaya katak (gaya kodok) adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air, namun berbeda dari gaya bebas, batang tubuh selalu dalam keadaan tetap. Kedua belah kaki menendang ke arah luar sementara kedua belah tangan diluruskan di depan. Kedua belah tangan dibuka ke samping seperti gerakan membelah air agar badan maju lebih cepat ke depan.
Gerakan tubuh meniru gerakan katak sedang berenang sehingga disebut gaya katak. Pernapasan dilakukan ketika mulut berada di permukaan air, setelah satu kali gerakan tangan-kaki atau dua kali gerakan tangan-kaki. Dalam pelajaran berenang, perenang pemula belajar gaya dada atau gaya bebas. Di antara ketiga nomor renang resmi yang diatur Federasi Renang Internasional, perenang gaya dada adalah perenang yang paling lambat.
Gaya Punggung
Sewaktu berenang gaya punggung, orang berenang dengan posisi punggung menghadap ke permukaan air. Posisi wajah berada di atas air sehingga orang mudah mengambil napas. Namun perenang hanya dapat melihat atas dan tidak bisa melihat ke depan. Sewaktu berlomba, perenang memperkirakan dinding tepi kolam dengan menghitung jumlah gerakan.
Dalam gaya punggung, gerakan lengan dan kaki serupa dengan gaya bebas, namun dengan posisi tubuh telentang di permukaan air. Kedua belah tangan secara bergantian digerakkan menuju pinggang seperti gerakan mengayuh. Mulut dan hidung berada di luar air sehingga mudah mengambil atau membuang napas dengan mulut atau hidung. Sewaktu berlomba, berbeda dari sikap start perenang gaya bebas, gaya dada, dan gaya kupu-kupu yang semuanya dilakukan di atas balok start, perenang gaya punggung melakukan start dari dalam kolam. Perenang menghadap ke dinding kolam dengan kedua belah tangan memegang besi pegangan. Kedua lutut ditekuk di antara kedua belah lengan, sementara kedua belah telapak kaki bertumpu di dinding kolam.
Gaya punggung adalah gaya berenang yang sudah dikenal sejak zaman kuno. Pertama kali diperlombakan di Olimpiade Paris 1900, gaya punggung merupakan gaya renang tertua yang diperlombakan setelah gaya bebas.
Gaya Kupu-Kupu
Gaya kupu-kupu atau gaya lumba-lumba adalah salah satu gaya berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah lengan secara bersamaan ditekan ke bawah dan digerakkan ke arah luar sebelum diayunkan ke depan. Sementara kedua belah kaki secara bersamaan menendang ke bawah dan ke atas seperti gerakan sirip ekor ikan atau lumba-lumba. Udara dihembuskan kuat-kuat dari mulut dan hidung sebelum kepala muncul dari air, dan udara dihirup lewat mulut ketika kepala berada di luar air.
Gaya kupu-kupu diciptakan tahun 1933, dan merupakan gaya berenang paling baru. Berbeda dari renang gaya lainnya, perenang pemula yang belajar gaya kupu-kupu perlu waktu lebih lama untuk mempelajari koordinasi gerakan tangan dan kaki. Berenang gaya kupu-kupu juga menuntut kekuatan yang lebih besar dari perenang. Kecepatan renang gaya kupu-kupu didapat dari ayunan kedua belah tangan secara bersamaan. Perenang tercepat gaya kupu-kupu dapat berenang lebih cepat dari perenang gaya bebas. Dibandingkan dalam gaya berenang lainnya, perenang gaya kupu-kupu tidak dapat menutupi teknik gerakan yang buruk dengan mengeluarkan tenaga yang lebih besar.

Jumat, 21 Juni 2019

MANFAAT OLAHRAGA BERENANG


Berbicara soal olahraga, pastinya setiap orang punya pilihan favoritnya masing-masing. Hal ini sangat wajar karena kebutuhan tiap individu berbeda-beda, begitu pun kondisi fisik mereka. Tapi tahukah kamu kalau berenang merupakan salah satu jenis olahraga terbaik yang dapat melatih banyak otot dan sendi tubuh sekaligus? Ya, meski nggak banyak mengeluarkan keringat saat berenang, nyatanya gerakan selama latihan ini bisa membakar banyak kalori. Secara spesifik, renang ternyata juga sangat baik buat kesehatan otot, sendi, dan tulang kamu. Penasaran dengan manfaatnya? Check this out!

Olahraga dengan Minim Risiko Cedera
Nggak seperti jogging dan latihan berat lainnya, berenang adalah cara untuk mendapatkan latihan kardio dalam keseharian tanpa membuat tulang, sendi dan otot 'bekerja keras'. Dalam artian, gerakan renang bisa dibilang minim benturan. Alhasil aktivitas ini nggak bikin badan kamu nyeri seperti ketika kamu habis melakukan latihan berat. Hal ini membuat berenang olahraga yang cocok untuk orang di segala usia dan segala bentuk tubuh. Terutama bagi para orang tua dan mereka yang mengalami peradangan sendi dan terhalang untuk olahraga berat. Tak cuma itu, berenang adalah satu cara terbaik untuk membuat semua bagian tubuh tetap aktif bekerja sehingga bisa banget buat kamu andalkan dalam mengontrol berat badan supaya tetap ideal.
Membangun Kekuatan Otot
Saat berenang, gerakan tubuh jadi lebih bebas dan kuat karena tekanan di dalam air. Pasalnya, selama aktivitas berenang kamu menggunakan lebih banyak kelompok otot untuk bergerak melalui air jika dibandingkan dengan jenis olahraga lainnya. Selain itu, kamu juga bisa melatih peregangan otot yang jarang digerakkan sekaligus meningkatkan fleksibilitas dan menghindari nyeri sendi dan otot. That's why, berenang jadi salah satu latihan aerobik terbaik untuk melatih seluruh otot tubuh.
Melatih dan Meningkatkan Kemampuan Kardio
Walaupun renang adalah latihan fisik berdampak rendah, olahraga ini mampu melatih otot-otot tubuh kamu loh. Pasalnya, renang dapat membentuk dan menjaga massa otot yang pada akhirnya bisa membangun kekuatan tubuh. Renang pun bagus untuk memperbaiki keseimbangan tubuh, kesehatan tulang, dan memperbaiki kualitas tidur. Bisa dibayangkan ya jika renang kamu lakukan secara rutin, maka tubuh sehat dan kuat bisa kamu peroleh.
Meredakan Radang Sendi
Buat pemilik postur tubuh yang kurang ideal, mungkin sudah sering mendengar saran bahwa berenang bisa jadi salah satu "obat" yang manjur. It's true! Latihan berenang mampu mengurangi masalah yang sering menyerang tulang belakang. Gerakan saat berenang mampu memperkuat otot-otot di sekitar tulang, yang membantu memperbaiki postur tubuh. Selain itu, berenang juga sangat baik untuk pengidap radang sendi, terutama jika kamu berenang dengan gaya bebas, gaya punggung, dan gaya dada. Gaya bebas paling direkomendasikan karena membuat tulang belakang berputar dan bergerak serta memperkuat posisi tulang leher dan lengan. Sedangkan gaya punggung membantu memperkuat otot-otot punggung dan bahu, memberi support dan memperbaiki posisi tulang belakang, serta membantu melegakan rongga dada. Sementara gaya dada bisa memperkuat otot punggung.
Nah, itulah manfaat yang bisa kamu dapatkan dari berenang untuk menjaga dan membangun kekuatan otot dan sendi. Keduanya punya peranan penting dalam mendukung gerak tubuh. Perlu diingat juga, saat berenang, hampir semua anggota tubuhmu bergerak yang artinya otot dan sendi bekerja secara maksimal. Dalam hal ini, kamu pastinya butuh support yang bisa diandalkan. Apapun jenis olahraganya, ada baiknya kamu berkonsultasi dengan dokter sebelumnya ya. Apalagi buat kamu pengidap radang sendi. Meski berenang sangat baik untuk memulihkannya, tetap perlu bimbingan dan arahan yang tepat untuk mendapatkan porsi olahraga yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tubuhmu. Happy swimming!

Sabtu, 15 Juni 2019

SEJARAH OLAHRAGA BERENANG




 
Inilah sejarah singkat olahraga renang yang telah dikenal sejak zaman prasejarah loh! Dahulu diketahui pada awal zaman batu terdapat gua-gua bagi para perenang di dekat Wadi Sora sebelah barat daya Mesir. Tak kalah dengan mesir kemampuan renang di Jepang, adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh para samurai.
Sejarah mencatat, pertandingan renang pertama diselenggarakan oleh Kaisar Suigui pada 36 SM. Pertandingan renang yang memperebutkan gelar juara telah dimulai di Eropa sekitar tahun 1800 dan sebagian besar menggunakan gaya dada. Renang gaya bebas pertama kali dikenalkan oleh Arthur Trudgen. Gaya ini kemudian mulai dikombinasikan dengan gaya kaki yang menendang oleh Richard Cavill pada 1902.
Dilanjut pada abad pertengahan, renang memasuki kategori tujuh kemahiran yang harus dimiliki oleh para ksatria termasuk berenang dengan membawa senjata. Olahraga renang pertama kali dipertandingkan dalam Olimpiade modern tahun 1896 di Athena, Yunani. Pada Olimpiade ini, hanya empat nomor yang dipertandingkan dari rencana semula enam nomor. Masing-masing adalah nomor 100 meter, 500 meter, 1.200 meter, nomor bebas, dan 100 meter bagi para pelaut. Olimpiade kedua diselenggarakan di Paris, Prancis pada 1900 dan mempertandingkan nomor 200 m, 1.000 m, 4.000 m, nomor bebas, 200 m gaya dada, dan 200 m nomor beregu.
 Persatuan Renang Internasional (Federation Internationale De Natation De Amateur/FINA) dibentuk tahun 1908 semula menetapkan, gaya kupu-kupu adalah variasi gaya dada. Gaya ini baru menjadi gaya terpisah di tahun 1952. Wanita baru diperkenankan ikut pertandingan renang pada Olimpiade 1912 di Stockholm, Swedia. Gaya bebas, yang kemudian disebut the trudgen, diperkenalkan pada tahun 1973 oleh John Arthur Trudgen, menirunya dari orang Indian. Renang menjadi bagian dari pertandingan Olympiade modern yang pertama tahun 1896 di Atena. Pada tahun 1902 the trudgen diperbaharui oleh Richard Cavill, menggunakan sentakan mengibas. Pada tahun 1908, asosiasi renang sedunia, Federasi Renang Amatir International (FINA/ Federation Internationale de Natation de Amateur) dibentuk.