Sabtu, 03 Agustus 2019

OLAHRAGA RENANG UNTUK SI KECIL


Membawa buah hati Anda ke kolam berenang sebelum ia dapat berjalan mungkin terdengar berlebihan. Namun, tahukah Anda bahwa memperkenalkan anak kepada air sejak dini dapat memberikan banyak keuntungan? Penelitian menunjukkan bahwa dengan memberikan anak Anda banyak waktu di kolam berenang, Anda dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri dan kepandaian mereka. Sistem saraf anak akan terangsang saat mereka menendang, berseluncur, dan melakukan aktivitas lain dalam air.
Berenang meningkatkan fungsi kecerdasan anak
Menggerakkan kedua sisi tubuh dengan gerakan yang berpola akan sangat membantu perkembangan otak anak Anda. Gerakan ini mengaktifkan saraf-saraf di otak, terutama pada bagian yang disebut corpus callosum, sebuah daerah di otak yang mengatur komunikasi, umpan balik terhadap rangsang, dan penghantaran rangsang dari satu sisi otak ke sisi yang lain. Pada akhirnya, hal ini akan meningkatkan kemampuan membaca, perkembangan bahasa, pembelajaran akademik, dan kesadaran spasial anak.
Penelitian yang dilakukan selama 4 tahun dengan melibatkan lebih dari 7000 anak mendapati bahwa anak yang berenang memiliki perkembangan fisik dan mental yang lebih matang daripada anak-anak yang tidak berenang. Secara lebih spesifik, anak-anak usia 3-5 tahun yang memiliki kebiasaan berenang memiliki kemampuan verbal 11 bulan di atas anak seusianya, kemampuan matematika 6 bulan di atas anak seusianya, dan kemampuan berbahasa 2 bulan di atas anak seusianya. Mereka juga memiliki kemampuan mengingat cerita 17 bulan di atas teman sebayanya dan kemampuan memahami arah 20 bulan di atas teman sebaya. 
Belajar berenang dapat mengurangi risiko tenggelam
Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), tenggelam merupakan sebab kematian terbesar pada anak dan balita. Oleh karena itu, latihan berenang sejak dini sangatlah penting. Salah satu latihan keselamatan yang dapat dilatih bahkan pada bayi adalah mengapung dengan bagian punggung di bawah—sebuah teknik bertahan hidup yang sangat berguna.
Sebuah penelitian pada tahun 2009 memperlihatkan penurunan risiko tenggelam sebanyak 88% pada anak usia 1-4 tahun yang diberi latihan berenang. Penelitian serupa yang dilakukan di Cina memperlihatkan bahwa latihan berenang mengurangi risiko tenggelam sebesar 40%. Walaupun angka tersebut berbeda-beda, namun dapat terlihat bahwa berenang dapat memperkenalkan kemampuan dasar penyelamatan diri di dalam air pada anak.
Berenang meningkatkan kepercayaan diri anak
Belajar berenang dalam kelompok juga memberikan manfaat tersendiri. Saat belajar, anak akan berinteraksi dengan sesama, orangtua, dan pengajar. Hal ini dapat menumbuhkan rasa percaya diri pada anak.
Dalam sebuah penelitan di Jerman, anak-anak yang diberi pelajaran berenang pada usia 2 bulan hingga 4 tahun dapat lebih mudah beradapatasi dengan lingkungan baru, memiliki kepercayaan diri yang lebih tinggi, dan lebih mandiri daripada mereka yang tidak berenang. Selain itu, memberi pelajaran berenang sejak dini pada anak dapat meningkatkan kemampuan mengendalikan diri dan meningkatkan daya motivasi anak terhadap dirinya sendiri.
 Cara aman mengawasi anak belajar berenang
Jangan tinggalkan anak Anda sendiri di mana pun, baik itu di kolam renang atau di dalam bak mandi sekalipun. Ingat, jumlah air yang sedikit saja sudah dapat menyebabkan anak tenggelam. Jika anak Anda masih berada di bawah satu tahun, jangan pernah biarkan anak Anda berada di luar jangkauan tangan Anda. 

Kamis, 25 Juli 2019

KEBANGGAN INDONESIA



Selain atletik, renang adalah salah satu cabang olah raga yang menyediakan banyak medali di setiap gelaran multi event olah raga, baik nasional maupun internasional. Salah satu perenang yang diandalkan Indonesia dari cabang renang adalah I Gede Siman Sudartawa. Pria kelahiran 8 September 1994 tersebut merupakan peraih 8 medali emas SEA Games, sejak 2011.
 Perjuangan cukup berat memang dilalui Siman dalam meraih impiannya menjadi perenang. Keberhasilan Siman menjadi andalan Indonesia tidak lepas dari perjuangan kedua orangtuanya Ni Made Sri Kardini dan I Ketut Sudartawa. Keduanya terus melakukan pengorbanan supaya Siman bisa berlatih dan bertanding sebelum menjadi atlit yang berprestasi.
Selain di sektor regional, Siman mempunyai catatan yang lumayan di ajang dunia. Dalam Kejuaraan Renang Dunia FINA yang digelar di Budapest, Hungaria, 14-30 Juli 2017, perenang lulusan Manajemen di Perbanas Institute Jakarta ini mampu menempatkan diri di semifinal 50m gaya punggung. Prestasi ini menjadi sejarah bagi Indonesia karena pria kelahiran Klungkung ini menjadi perenang pertama Indonesia yang lolos di semifinal Kejuaraan Renang Dunia.
Anak asuh mantan perenang nasional, Albert C. Sutanto ini mengenal olah raga berenang sejak duduk di bangku sekolah dasar. Selain karena tidak ingin kalah dari teman sebangkunya, Siman yang awalnya benci air ini untuk mencoba untuk mulai berlatih renang untuk mendapatkan postur badan yang tinggi. Perlahan, hasil latihan itu berbuah prestasi karena berbagai turnamen daerah sampai nasional mulai dia jajal.
Keberhasilan menyabet 4 emas di SEA Games 2011 membuat Siman berkesempatan membawa bendera Merah Putih saat defile kontingen Indonesia dalam Upacara Pembukaan Olimpiade London 2012, 27 Juli 2012. Selain menghadapi ajang Asian Games 2018, Siman bersama beberapa rekannya sedang dipersipkan untuk terjun di olimpiade 2020.

Jumat, 12 Juli 2019

OLAHRAGA RENANG LANSIA

Tahukan kamu? Orang lanjut usia atau lansia sangat rentan terjatuh dan cedera. Sebenarnya olahraga disarankan untuk melatih kebugaran dan otot lansia sehingga mereka tak gampang jatuh. Meski begitu, tidak semua olahraga bisa dilakukan. Salah satu olahraga yang dianggap aman dan baik untuk lansia adalah berenang. Tim peneliti di Australia mengamati sekitar 1.700 pria berusia 70 tahun ke atas dan membandingkan jenis olahraga yang mereka lakukan serta kemungkinannya jatuh selama empat tahun. Dalam kurun waktu penelitian itu sekitar 2.700 pria terjatuh.
Para responden dalam penelitian itu yang melakukan olahraga renang ternyata risikonya untuk jatuh berkurang sampai 33 persen. Sebaliknya, mereka yang memilih olahraga golf, senam, berolahraga treadmil atau sepeda statis, risikonya untuk jatuh tak berkurang. Para peneliti juga menemukan bahwa perenang melakukan lebih baik pada tes "ayunan postural" dibandingkan dengan rata-rata semua pria dalam studi tersebut.
Dalam tes keseimbangan berdiri, seseorang diminta untuk berdiri selama mungkin 30 detik, dan peneliti mengukur berapa banyak gerakan tubuhnya di tingkat pinggang dari posisi tengah. Jatuh adalah masalah kesehatan yang utama pada orang tua. Jatuh dapat menyebabkan patah tulang, trauma kepala dan luka berat lainnya. Bahkan jatuh yang tak terlalu serius dapat menurunkan mobilitas selama mereka dalam pemulihan, dan menyebabkan masalah lain.
Satu dari tiga orang berusia 65 tahun atau lebih pernah jatuh setiap tahunnya. Selama ini olahraga jalan kaki merupakan kegiatan fisik yang paling banyak dilakukan lansia. Tetapi olahraga ini tidak menurunkan risiko jatuh. Berenang  diketahui menguatkan otot-otot inti dan membuatnya lebih stabil sehingga seseorang tidak mudah jatuh. Bersepeda juga sebenarnya bermanfaat untuk keseimbangan. Pada dasarnya setiap jenis olahraga memiliki manfaat berbeda-beda, misalnya menari akan membantu kecepatan dan waktu reaksi.

Sabtu, 06 Juli 2019

SANG JUARA


Mungkin ketika ditanya tentang siapa perenang terbaik dunia, akan otomatis terlintas nama Michael Phelps, namun sebenarnya bukan hanya ia saja yang disebut sebagai perenang paling baik di dunia.
1.    Michael Phelps (Amerika)

Tentu saja perenang kelahiran 1985 yang berasal dari Amerika ini masuk dalam daftar nama perenang yang paling baik di dunia. Sudah pensiun memang, namun kita tak akan mudah melupakan 8 buah medali setiap warna yang ia dapatkan di satu pertandingan dengan meraih kemenangan 6 medali emas berikut 2 medali perunggu.
Olimpiade Musim Panas tahun 2012 di London ia sempat memenangkan 4 buah medali emas dan juga 2 medali perak, lalu pada Olimpiade Musim Panas tahun 2016 di Rio de Janeiro pun ia mampu mengoleksi 5 medali emas serta 1 medali perak. Tak heran bila ia disebut perenang terbaik.
2.    Katie Ledecky (Amerika)
Perenang wanita yang masih berusia sangat muda ini berasal dari Amerika dan meski usianya masih 20 tahun, ia telah berhasil meraih gelar Kejuaraan Dunia 14 kali sekaligus juga 5 kali memperoleh medali emas pada Olimpiade sehingga menjadikannya yang terbaik dalam sejarah olahraga renang wanita.
2012 adalah tahun di mana ia masih berusia 15 tahun dan debut internasional pada Olimpiade London dan mengejutkannya ia mampu meraih medali emas pada teknik renang gaya bebas 800 meter putri. Bahkan di Olimpiade 2016, 4 buah medali emas, 1 medali perak dan 2 rekor dunia juga dikantonginya dan total telah ada 13 rekor dunia yang ia telah pecahkan.
3.    Ian Thorpe (Australia)
Perenang asal Australia yang kini berusia 35 tahun ini memang sudah pensiun dari dunia renang, namun tentu prestasi-prestasinya tak akan mudah terlupakan, mulai dari 5 medali emas Olimpiade Musim Panas 2000. Tak hanya itu, ia juga sukses menjadi perenang pertama yang memenangkan 6 medali emas pada satu ajang Kejuaraan Dunia.
Saat usianya masih 14 tahun pun ia menjadi perenang pria termuda yang mewakili Australia untuk perlombaan renang gaya bebas 400 meter pada ajang Kejuaraan Dunia Perth 1998. Karena teknik renang gaya bebas yang super cepat, ia pun mendapat julukan Thorpedo.
4.    Rebecca Soni
Perenang wanita terbaik selanjutnya ada nama Rebecca Soni yang kini berusia 30 tahun dan telah menjadi mantan perenang profesional spesialis teknik renang gaya dada berikut perenang kompetisi. Untuk gaya dada 100 meter, Soni merupakan mantan pemegang rekor dunianya berikut juga untuk gaya dada 200 meter.
Selain itu, Rebecca Soni pun adalah perenang wanita pertama yang melakukan renang menggunakan gaya dada 200 meter dengan waktu kurang dari 2 menit 20 detik. Menjadi bagian dari timnas Amerika Serikat, rekor dunia ia baru saja pegang dalam estafet medley jalur panjang berukuran 4 x 100 meter.
5.    Ryan Lochte (Amerika)
Satu lagi perenang pria dari Amerika yang juga terbaik, yakni Ryan Lochte yang berhasil memegang rekor dunia pada ajang 4 x 200 meter gaya bebas dan juga 4 x 100 meter estafet gaya bebas sebagai bagian dari timnas AS. Di tahun 2013 pun ia pernah dianugerahi SwimSwam’s Swammy Award untuk kategori US Male Swimmer of the Year dan juga World Swimmer of the Year Award dua kali.
Untuk kompetisi renang internasional, Lochte diketahui telah mengoleksi 90 medali, seperti Kejuaraan Dunia, Pan American, Pan Pacific, dan juga medali dari Olimpiade. Walau dianggap sebagai saingan bagi Michael Phelps namun keduanya nyatanya bersahabat baik.
6.    Katinka Hosszu (Hungaria)
Perenang wanita asal Hungaria yang kini berusia 28 tahun ini merupakan perenang kompetitif dan dikenal sebagai mengkhususkan diri di ajang individual medley even dan spesialis dalam teknik renang gaya punggung. Ialah yang juga diketahui menjadi pemegang rekor dunia medley individu 100 meter, 200 meter, 400 meter, 100 meter gaya punggung, dan 200 meter gaya punggung.
Penghargaan Female Swimmer of the Year tahun 2013 dan FINA Swimmer of the Year di tahun 2014, 2015 serta 2016 diberikan kepadanya dan ini menjadi bukti bahwa ia salah satu perenang wanita paling menakjubkan. Karena menjadi perenang yang serbabisa dan bisa diandalkan, ia pun mendapat julukan Iron Lady.
7.    Mark Spitz (Amerika)
Mantan perenang kompetitif asal Amerika yang kini berusia 67 tahun juga masuk dalam jajaran perenang terbaik karena mampu memenangkan medali emas 7 kali pada Olimpiade Musim Panas di Munich tahun 1972 yang kini sudah dipecahkan oleh Michael Phelps yang memenangkan 8 medali emas pada Olimpiade Musim Panas 2008.
Antara tahun 1968 dan 1972 pun Spitz mampu memecahkan 35 rekor dunia dan juga mampu memenangkan 5 medali emas Pan American, 9 medali Olimpiade (emas, perak dan perunggu), 8 gelar National Collegiate Athletic Association. Spitz menjadi atlet renang ketiga yang mampu memenangkan medali emas.
8.    Sarah Sjostrom (Swedia)
Perenang wanita terbaik lainnya adalah Sarah Sjostrom yang usianya masih 24 tahun namun menjadi spesialis teknik renang gaya kupu-kupudan bebas. Ia pun menjadi perenang wanita pertama yang mampu meraih medali emas pada ajang Olimpiade.
Sjostrom adalah perenang putri yang juga diketahui menjadi pemegang rekor dunia untuk gaya kupu-kupu 100 meter, gaya kupu-kupu 50 meter, gaya bebas 200 meter, gaya bebas 100 meter, serta gaya bebas 50 meter. Pada usia 14 tahun saja, ia berhasil meraih medali emas pada ajang 2008 European Aquatics Championships di Eindhoven, Belanda untuk kategori 100 meter gaya kupu-kupu putri.
9.    Matt Biondi (Amerika)
Mantan perenang kelahiran 1965 asal Amerika ini telah mengantongi 11 gelar kejuaraan Olimpiade. Partisipasinya dalam Olimpiade Musim Panas tahun 1984, 1988 dan 1992 mampu membuktikan kemampuannya dengan hasil 3 rekor dunia 50 meter gaya bebas dan 4 rekor dunia untuk 100 meter gaya bebas.
Pada tahun 1988 pun ia berhasil memberikan penampilan memukau dan memenangkan 5 buah medali emas saat berkompetisi di ajang Seoul Olympic Games; tak hanya itu, ia uga memecahkan rekor dunia pada 3 ajang berturut-turut berikut 50 meter gaya bebas. Ia juga diketahui bekerja sebagai guru sekolah serta menjadi pelatih renang.
10. Leisel Jones (Australia)
Mantan perenang kompetisi yang kini berusia 32 tahun ini juga menjadi peraih medali emas pada ajang Olimpiade Australia. Pada tahun 2012, ia terpilih untuk berpartisipasi dan berkompetisi langsung pada ajang Olimpiade Musim Panas tahun itu dan menjadi perenang Australia pertama yang berkompetisi di 4 pertandingan Olimpiade.
Pada ajang itulah ia berhasil mengantongi medali Olimpiade ke-9 serta 1 buah medali perak pada 4 x 100 meter medley relay. Leisel Jones pun dikenal sebagai salah satu perenang gaya dada paling hebat karena ia terkenal akan teknik klasik gaya dada yang mengagumkan.
Selain nama-nama perenang terbaik dunia tersebut, jelas ada pula Grant Hackett, Alexander Popov, Kristin Otto, Krisztina Egerszegi dan sang legenda Johnny Weissmuller yang dapat dimasukkan ke dalam daftar dengan sederet prestasi besar tak terlupakan.

Sabtu, 29 Juni 2019

KEBERAGAMAN GAYA RENANG



Dalam renang untuk rekreasi, orang berenang dengan gaya dada, gaya punggung, gaya bebas dan gaya kupu-kupu. Gaya renang yang dilombakan dalam perlombaan renang adalah gaya kupu-kupu, gaya punggung, gaya dada, dan gaya bebas. Dalam lomba renang nomor gaya bebas, perenang dapat menggunakan berbagai macam gaya renang, kecuali gaya dada, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu. Tidak seperti halnya gaya dada, gaya punggung, dan gaya kupu-kupu, Federasi Renang Internasional tidak mengatur teknik yang digunakan dalam nomor renang gaya bebas. Walaupun demikian, hampir semua perenang berenang dengan gaya krol, sehingga gaya krol (front crawl) digunakan hampir secara universal oleh perenang dalam nomor renang gaya bebas.
 Gaya Bebas
Gaya bebas adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah tangan secara bergantian digerakkan jauh ke depan dengan gerakan mengayuh, sementara kedua belah kaki secara bergantian dicambukkan naik turun ke atas dan ke bawah. Sewaktu berenang gaya bebas, posisi wajah menghadap ke permukaan air. Pernapasan dilakukan saat lengan digerakkan ke luar dari air, saat tubuh menjadi miring dan kepala berpaling ke samping.
Sewaktu mengambil napas, perenang bisa memilih untuk menoleh ke kiri atau ke kanan. Dibandingkan gaya berenang lainnya, gaya bebas merupakan gaya berenang yang bisa membuat tubuh melaju lebih cepat di air. Gaya bebas merupakan gaya yang tidak terikat dengan teknik-teknik dasar tertentu. Gaya bebas dilakukan dengan beraneka ragam gerakan dalam berenang yang bisa membuat perenang dapat melaju di dalam air. Sehingga gerakan dalam gaya bebas bisa di gunakan oleh beberapa orang, baik yang sudah terlatih maupun para pemula.
Gaya Dada
Gaya dada merupakan gaya berenang paling populer untuk renang rekreasi. Posisi tubuh stabil dan kepala dapat berada di luar air dalam waktu yang lama. Gaya dada atau gaya katak (gaya kodok) adalah berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air, namun berbeda dari gaya bebas, batang tubuh selalu dalam keadaan tetap. Kedua belah kaki menendang ke arah luar sementara kedua belah tangan diluruskan di depan. Kedua belah tangan dibuka ke samping seperti gerakan membelah air agar badan maju lebih cepat ke depan.
Gerakan tubuh meniru gerakan katak sedang berenang sehingga disebut gaya katak. Pernapasan dilakukan ketika mulut berada di permukaan air, setelah satu kali gerakan tangan-kaki atau dua kali gerakan tangan-kaki. Dalam pelajaran berenang, perenang pemula belajar gaya dada atau gaya bebas. Di antara ketiga nomor renang resmi yang diatur Federasi Renang Internasional, perenang gaya dada adalah perenang yang paling lambat.
Gaya Punggung
Sewaktu berenang gaya punggung, orang berenang dengan posisi punggung menghadap ke permukaan air. Posisi wajah berada di atas air sehingga orang mudah mengambil napas. Namun perenang hanya dapat melihat atas dan tidak bisa melihat ke depan. Sewaktu berlomba, perenang memperkirakan dinding tepi kolam dengan menghitung jumlah gerakan.
Dalam gaya punggung, gerakan lengan dan kaki serupa dengan gaya bebas, namun dengan posisi tubuh telentang di permukaan air. Kedua belah tangan secara bergantian digerakkan menuju pinggang seperti gerakan mengayuh. Mulut dan hidung berada di luar air sehingga mudah mengambil atau membuang napas dengan mulut atau hidung. Sewaktu berlomba, berbeda dari sikap start perenang gaya bebas, gaya dada, dan gaya kupu-kupu yang semuanya dilakukan di atas balok start, perenang gaya punggung melakukan start dari dalam kolam. Perenang menghadap ke dinding kolam dengan kedua belah tangan memegang besi pegangan. Kedua lutut ditekuk di antara kedua belah lengan, sementara kedua belah telapak kaki bertumpu di dinding kolam.
Gaya punggung adalah gaya berenang yang sudah dikenal sejak zaman kuno. Pertama kali diperlombakan di Olimpiade Paris 1900, gaya punggung merupakan gaya renang tertua yang diperlombakan setelah gaya bebas.
Gaya Kupu-Kupu
Gaya kupu-kupu atau gaya lumba-lumba adalah salah satu gaya berenang dengan posisi dada menghadap ke permukaan air. Kedua belah lengan secara bersamaan ditekan ke bawah dan digerakkan ke arah luar sebelum diayunkan ke depan. Sementara kedua belah kaki secara bersamaan menendang ke bawah dan ke atas seperti gerakan sirip ekor ikan atau lumba-lumba. Udara dihembuskan kuat-kuat dari mulut dan hidung sebelum kepala muncul dari air, dan udara dihirup lewat mulut ketika kepala berada di luar air.
Gaya kupu-kupu diciptakan tahun 1933, dan merupakan gaya berenang paling baru. Berbeda dari renang gaya lainnya, perenang pemula yang belajar gaya kupu-kupu perlu waktu lebih lama untuk mempelajari koordinasi gerakan tangan dan kaki. Berenang gaya kupu-kupu juga menuntut kekuatan yang lebih besar dari perenang. Kecepatan renang gaya kupu-kupu didapat dari ayunan kedua belah tangan secara bersamaan. Perenang tercepat gaya kupu-kupu dapat berenang lebih cepat dari perenang gaya bebas. Dibandingkan dalam gaya berenang lainnya, perenang gaya kupu-kupu tidak dapat menutupi teknik gerakan yang buruk dengan mengeluarkan tenaga yang lebih besar.

Jumat, 21 Juni 2019

MANFAAT OLAHRAGA BERENANG


Berbicara soal olahraga, pastinya setiap orang punya pilihan favoritnya masing-masing. Hal ini sangat wajar karena kebutuhan tiap individu berbeda-beda, begitu pun kondisi fisik mereka. Tapi tahukah kamu kalau berenang merupakan salah satu jenis olahraga terbaik yang dapat melatih banyak otot dan sendi tubuh sekaligus? Ya, meski nggak banyak mengeluarkan keringat saat berenang, nyatanya gerakan selama latihan ini bisa membakar banyak kalori. Secara spesifik, renang ternyata juga sangat baik buat kesehatan otot, sendi, dan tulang kamu. Penasaran dengan manfaatnya? Check this out!

Olahraga dengan Minim Risiko Cedera
Nggak seperti jogging dan latihan berat lainnya, berenang adalah cara untuk mendapatkan latihan kardio dalam keseharian tanpa membuat tulang, sendi dan otot 'bekerja keras'. Dalam artian, gerakan renang bisa dibilang minim benturan. Alhasil aktivitas ini nggak bikin badan kamu nyeri seperti ketika kamu habis melakukan latihan berat. Hal ini membuat berenang olahraga yang cocok untuk orang di segala usia dan segala bentuk tubuh. Terutama bagi para orang tua dan mereka yang mengalami peradangan sendi dan terhalang untuk olahraga berat. Tak cuma itu, berenang adalah satu cara terbaik untuk membuat semua bagian tubuh tetap aktif bekerja sehingga bisa banget buat kamu andalkan dalam mengontrol berat badan supaya tetap ideal.
Membangun Kekuatan Otot
Saat berenang, gerakan tubuh jadi lebih bebas dan kuat karena tekanan di dalam air. Pasalnya, selama aktivitas berenang kamu menggunakan lebih banyak kelompok otot untuk bergerak melalui air jika dibandingkan dengan jenis olahraga lainnya. Selain itu, kamu juga bisa melatih peregangan otot yang jarang digerakkan sekaligus meningkatkan fleksibilitas dan menghindari nyeri sendi dan otot. That's why, berenang jadi salah satu latihan aerobik terbaik untuk melatih seluruh otot tubuh.
Melatih dan Meningkatkan Kemampuan Kardio
Walaupun renang adalah latihan fisik berdampak rendah, olahraga ini mampu melatih otot-otot tubuh kamu loh. Pasalnya, renang dapat membentuk dan menjaga massa otot yang pada akhirnya bisa membangun kekuatan tubuh. Renang pun bagus untuk memperbaiki keseimbangan tubuh, kesehatan tulang, dan memperbaiki kualitas tidur. Bisa dibayangkan ya jika renang kamu lakukan secara rutin, maka tubuh sehat dan kuat bisa kamu peroleh.
Meredakan Radang Sendi
Buat pemilik postur tubuh yang kurang ideal, mungkin sudah sering mendengar saran bahwa berenang bisa jadi salah satu "obat" yang manjur. It's true! Latihan berenang mampu mengurangi masalah yang sering menyerang tulang belakang. Gerakan saat berenang mampu memperkuat otot-otot di sekitar tulang, yang membantu memperbaiki postur tubuh. Selain itu, berenang juga sangat baik untuk pengidap radang sendi, terutama jika kamu berenang dengan gaya bebas, gaya punggung, dan gaya dada. Gaya bebas paling direkomendasikan karena membuat tulang belakang berputar dan bergerak serta memperkuat posisi tulang leher dan lengan. Sedangkan gaya punggung membantu memperkuat otot-otot punggung dan bahu, memberi support dan memperbaiki posisi tulang belakang, serta membantu melegakan rongga dada. Sementara gaya dada bisa memperkuat otot punggung.
Nah, itulah manfaat yang bisa kamu dapatkan dari berenang untuk menjaga dan membangun kekuatan otot dan sendi. Keduanya punya peranan penting dalam mendukung gerak tubuh. Perlu diingat juga, saat berenang, hampir semua anggota tubuhmu bergerak yang artinya otot dan sendi bekerja secara maksimal. Dalam hal ini, kamu pastinya butuh support yang bisa diandalkan. Apapun jenis olahraganya, ada baiknya kamu berkonsultasi dengan dokter sebelumnya ya. Apalagi buat kamu pengidap radang sendi. Meski berenang sangat baik untuk memulihkannya, tetap perlu bimbingan dan arahan yang tepat untuk mendapatkan porsi olahraga yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tubuhmu. Happy swimming!

Sabtu, 15 Juni 2019

SEJARAH OLAHRAGA BERENANG




 
Inilah sejarah singkat olahraga renang yang telah dikenal sejak zaman prasejarah loh! Dahulu diketahui pada awal zaman batu terdapat gua-gua bagi para perenang di dekat Wadi Sora sebelah barat daya Mesir. Tak kalah dengan mesir kemampuan renang di Jepang, adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh para samurai.
Sejarah mencatat, pertandingan renang pertama diselenggarakan oleh Kaisar Suigui pada 36 SM. Pertandingan renang yang memperebutkan gelar juara telah dimulai di Eropa sekitar tahun 1800 dan sebagian besar menggunakan gaya dada. Renang gaya bebas pertama kali dikenalkan oleh Arthur Trudgen. Gaya ini kemudian mulai dikombinasikan dengan gaya kaki yang menendang oleh Richard Cavill pada 1902.
Dilanjut pada abad pertengahan, renang memasuki kategori tujuh kemahiran yang harus dimiliki oleh para ksatria termasuk berenang dengan membawa senjata. Olahraga renang pertama kali dipertandingkan dalam Olimpiade modern tahun 1896 di Athena, Yunani. Pada Olimpiade ini, hanya empat nomor yang dipertandingkan dari rencana semula enam nomor. Masing-masing adalah nomor 100 meter, 500 meter, 1.200 meter, nomor bebas, dan 100 meter bagi para pelaut. Olimpiade kedua diselenggarakan di Paris, Prancis pada 1900 dan mempertandingkan nomor 200 m, 1.000 m, 4.000 m, nomor bebas, 200 m gaya dada, dan 200 m nomor beregu.
 Persatuan Renang Internasional (Federation Internationale De Natation De Amateur/FINA) dibentuk tahun 1908 semula menetapkan, gaya kupu-kupu adalah variasi gaya dada. Gaya ini baru menjadi gaya terpisah di tahun 1952. Wanita baru diperkenankan ikut pertandingan renang pada Olimpiade 1912 di Stockholm, Swedia. Gaya bebas, yang kemudian disebut the trudgen, diperkenalkan pada tahun 1973 oleh John Arthur Trudgen, menirunya dari orang Indian. Renang menjadi bagian dari pertandingan Olympiade modern yang pertama tahun 1896 di Atena. Pada tahun 1902 the trudgen diperbaharui oleh Richard Cavill, menggunakan sentakan mengibas. Pada tahun 1908, asosiasi renang sedunia, Federasi Renang Amatir International (FINA/ Federation Internationale de Natation de Amateur) dibentuk.